Batik Prosessing – Batik merupakan salah satu budaya Indonesia yang menjadi daya tarik tersendiri untuk banyak orang. Di Yogyakarta, kita tak hanya bisa membeli jenis kain bermotif yang satu ini. Akan tetapi, ternyata juga bisa mendapat kesempatan untuk mengenal batik prosessing yang memang telah berhasil membuat banyak orang tertarik dan merasa penasaran sebelum mengetahuinya.

Mengenal Sekilas Tentang Batik Prosessing

Sebagian dari kita mungkin sebatas mengetahui bahwa batik dibuat dengan dua metode, yaitu tradisional dan juga cap. Akan tetapi, ternyata batik prosessing meliputi banyak hal lebih dari itu. Kita bisa mengetahui jauh lebih banyak lagi mengenai proses pembuatan batik, bukan hanya dari jenisnya. Melainkan, juga dengan apa saja bahan dan cara yang bisa kita gunakan.

Ada banyak orang yang merasa penasaran dengan cara pembuatan batik. Terlebih, hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk mereka yang merupakan turis mancanegara dan sedang berkunjung ke Indonesia, khususnya Jogja untuk melakukan liburan. Kesempatan untuk mengetahui tentang proses pembuatan batik bisa mereka manfaatkan dengan maksimal.

Kita juga bisa mendapat kesempatan yang sama, yaitu mengetahui seperti apa batik prosessing yang ada di Jogja. Selain membeli batik, kesempatan untuk mengetahui cara dan beberapa hal tentang pembuatannya pun bisa kita lihat secara langsung. Hal seperti ini tentu saja melibatkan pihak yang sudah berpengalaman, agar kita bisa paham betul dengan caranya.

Jenis batik sendiri terdiri dari 3, yaitu batik tulis, cap, dan juga lukis. Tiap jenis batik ini memiliki cara pembuatan dan teknik tersendiri. Jika mendapat kesempatan untuk mengetahui seperti apa cara dan teknik pembuatan batik, Anda akan bisa mengetahui sekaligus mempelajari 2 dari 3 teknik yang ada, seperti pembuatan motif, pewarnaan, proses ngorot, dan penjemuran.

batik prosessing

Seperti Apa Tahapan Batik Prosessing?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, batik prosessing meliputi beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. Pertama, yaitu pembuatan motif. Hal ini dilakukan jika semua bahan sudah siap. Lilin digunakan sebagai perintang warna. Bila Anda membuat batik tulis, maka canting menjadi alat yang digunakan dalam proses ini untuk membentuk motif.

Pada umumnya, Anda dibebaskan untuk memilih motif yang akan digunakan. Beberapa motif yang biasanya dipilih oleh sebagian orang antara lain seperti semen, ceplok, dan cecek sawut.  Anda akan membuat pola motif ini di atas permukaan kain mori. Perlu Anda ketahui, proses yang satu ini membutuhkan ketelatenan agar hasil yang dicapai pun bisa sesuai harapan.

Setelah membentuk pola, batik prosessing berikutnya adalah memberi warna. Cara yang digunakan untuk tahap ini adalah memasukkan kain yang sudah diberi motif ke ember yang diberi pewarna. Jika sudah, proses berikutnya adalah nglorot malam atau melarutkan lilin yang masih melekat pada kain yang kita beri motif dengan bahan tersebut.

Jika proses nglorot malam sudah selesai, maka tahap terakhirnya adalah pencucian. Jika memakai pewarna alami, kain tak bisa dibersihkan dengan deterjen karena bisa melunturkan warna. Kain dijemur dengan diangin-anginkan supaya warnanya tak pudar. Pada tahap ini, kain yang memakai pewarna alami akan memiliki warna lebih kusam dibandingkan pewarna buatan.

Beberapa tahapan batik prosessing seperti yang ada di atas bisa Anda pelajari saat berkunjung ke Jogja. Anda bisa juga langsung melakukan praktik untuk mengetahui seperti apa proses yang dilakukan untuk membuat batik. Pengalaman seperti ini akan sangat disayangkan jika dilewatkan, sehingga jika mendapatkannya ada baiknya Anda mencoba hal satu ini.

sigitmk

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
*