Candi Sukuh – Candi Sukuh yang unik terletak di barat lereng Gunung Lawu, yang lebih tepatnya di Kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini masih menyimpan banyak misteri tersendiri. Selain itu ia merupakan salah satu yang berdiri di kaki Gunung Lawu. Candi ini terkenal dengan keunikan bentuk bangunannya, relief dan berbagai patung yang berada di lokasi candi.

 

Uniknya Misteri Di Sukuh

Sejarah Candi Sukuh pada abad pertengahan ke-15, sebuah Kerajaan bernama Majapahit yang saat itu mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan oleh masuknya agama Islam ke Jawa hingga akhirnya berkurangnya penganut Hindu. Namun, pada waktu itu penguasa-penguasa Majapahit justru mendirikan sebuah Candi yang dinamai Sukuh

Letak candi tepat berada di kaki Gunung Lawu, tempat merupakan tempat sakral yang digunakan pemuja arwah leluhur dan juga sebagai lambang kesuburan. Sehingga tidaklah heran jika Candi Sukuh banyak sekali ditemukan relief lingga serta yoni, lambang alat vital pria dan juga wanita.

Candi Sukuh

 Seorang penguasa Jawa saat itu bernama Sir Thomas Raffles yang berkunjung ke Candi Sukuh yang kemudian menyaksikan kondisi candi yang penuh dengan kerusakan. Patung-patung dirusak, hingga ada satu patung lingga dengan ukuran besar yang juga pecah menjadi 2 bagian. Raffles mendapat kesimpulan perusak candi di sini penganut agama Islam abad 16.

Sedikit berbeda dari candi-candi agama Hindu pada umumnya, Candi Sukuh tak menghadap matahari terbit, namun menghadap ke barat. Bentuk bangunan juga berbeda dengan bangunan candi lain di sekitarnya. Namun masyarakat juga tidak bisa menjelaskan apa misteri yang tergambar di candi ini.

Candi ini sekilas  akan lebih mirip bangunan suku Maya, Amerika Selatan. Mirip dengan piramid yang terpotong dan dikelilingi monolit hingga bermacam patung besar. Bentuk bangunan menyerupai trapesium yang memiliki tiga teras dengan sebuah anak tangga pada sisi tengah depan candi. Desain bangunan ini berpola animisme gambaran semakin Hindu tergerus.

Saat anda memasuki Candi Sukuh, maka akan terlihat jelas relief menggambarkan hubungan badan antara lingga dan yoni. Namun, sebelumnya tidak perlu berpikir kotor terlebih dulu. Konon bentuk-bentuk relief tersebut diartikan sebagai lambang penghilang atau penyembuh segala hati yang kotor di dalam diri manusia.

Dulunya puncak Candi ini memiliki satu patung lingga dengan ukuran mencapai 1,8 meter. Namun, patung di sini akhirnya dipindahkan dan ditampilkan pada Museum Nasional yang ada di Jakarta.

Pada sisi sayap bagian utara merupakan gapura pintu masuk Candi dan terdapat relief raksasa sedang menggigit seekor ular. Relief ini perlambang dari  tahun pembuatan yakni, tahun 1359 Saka yang bertepatan dengan 1437 Masehi. Tahun tersebut dianggap tahun telah diselesaikannya Candi ini.

Di bagian sisi selatan ada relief raksasa yang memakan manusia dan simbolis sangkalan memet yang artinya sama dengan gapura pada sisi utara candi. Sehingga simbol-simbol ini merupakan keuinikan candi di sini.

 

Candi Sukuh Menjadi Tempat Wisata

Terdapat berbagai relief pada candi dengan nama Sukuh ini, ada relief Bima yang sedang menempa keris dengan Arjuna dan Ganesha. Ada juga relief Dewi Kala yang digambarkan ingin memangsa Sadewa dalam keadaan terikat. Dan beberapa cerita lain yang masih misteri. Candi ini merupakan salah satu candi di Jawa Tengah yang menarik para wisatawan.

Para wisatawan cukup tertarik dengan keunikan yang ada di sisi bagian-bagian candi. Para wisatawan dapat masuk ke Candi dengan biaya yang tidak mahal. Harga tiket sangat terjangkau namun, harga tiket dibuat berbeda antara wisatawan lokal dengan mancanegara.

sigitmk

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
*