Candi Ratu Boko – Merupakan sebuah candi yang berada di atas bukit  di Desa Daung serta Desa Sambireja. Dimana candi ini dahulu adalah sebuah keraton peninggalan zaman Dinasti Hindu dan Budha. Meskipun hanya berupa reruntuhan saja, tetapi Candi Ratu Boko menyimpan sejuta pesona yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. terlebih saat sore hari tiba, suasana di candi menjadi lebih damai dan tampak matahari yang akan tenggelam menyiratkan cahayanya.

 

Mengenal Pesona Keindahan Candi Ratu Boko yang Membuat Takjub

Bagi wisatawan yang ingin datang ke Candi Ratu Boko bisa memulai perjalanan dari Candi Prambanan karena letak candi ini tak jauh dari Candi Prambanan dan berjarak sekitar 3 km saja. Bahkan Candi Ratu Boko ini dekat dengan wisata candi Hindu lainnya seperti Candi Sewu, Candi Kalasan, Candi Sambisari dan lain sebagainya. Letaknya yang strategis tentu bukan menjadi alasan bagi wisatawan yang datang ke Jogja untuk mampir ke objek wisata candi yang sempat terkenal karena digunakan sebagai lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Wisatawan yang datang ke Candi Ratu Boko dijamin tak akan rugi, karena selain bisa menambah wawasan sejarah juga bisa berfoto karena pemandangan di sekitar candi yang memukau mata. Untuk memasuki candi ini wisatawan harus membeli tiket dengan harga yang terjangkau. Tetapi terdapat dua jenis tiket masuk yaitu tiket reguler dan tiket menikmati sunset. Dimana harga tiket menikmati sunset memang jauh lebih mahal dibanding tiket reguler sehingga disarankan bagi wisatawan untuk datang 2 jam sebelum sunset agar tergolong tiket reguler.

Mejelajah Candi Ratu Boko

Memasuki kawasan Candi Boko, wisatawan bisa melihat secara langsung bekas reruntuhan Istana Ratu Boko di kala itu. Bekas reruntuhan tersebut terbagi menjadi beberapa bagian. Untuk bagian pertama adalah gerbang masuk candi yang terdiri dari gapura kecil dan gapura utama. Gapura kecil terdiri dari 3 paduraksa sedangkan gapura utama terdiri 5 paduraksa.

Perjalanan di dalam candi bisa Anda lanjutkan dengan melihat Candi Batu Kapur yang ada di sebelah timur. Candi ini memiliki ukuran sekitar 5×5 meter dan terbuat dari batu kapur sebagai pondasinya. Perjalanan bisa dilanjutkan menuju kolam pemandian atau sering disebut sebagai Keputren. Dahulu kolam pemandian ini merupakan tempat pemandian untuk raja serta para wanita di istana. Tak heran jika kolam ini memiliki 1 kolam utama berbentuk bujur sangkar dan 8 bagian yang bentuknya bundar.

Wisatawan yang berkeliling candi juga akan bisa melihat secara langsung Candi Pembakaran dimana candi ini memiliki lubang di bagian tengahnya dan dipercaya sebagai tempat pembakaran mayat pada zaman dahulu. Bangunan candi ini berundak dan memiliki 2 teras yang berbentuk persegi.

Selain itu, terdapat bagian candi lainnya yaitu Paseban yang digunakan sebagai tempat menghadap raja dan pendopo sebagai ruang tamu pada zaman dahulu. Di dalam kompleks candi terdapat Goa Lanang dan Goa Wadon yang berbentuk lubang persegi.

Meskipun hanya tersisa reruntuhannya saja tetapi kompleks Candi Ratu Boko menyimpan banyak nilai sejarah serta pesona keindahan yang membuat wisatawan seolah kembali ke zaman dahulu. Dengan area kompleks candi yang luas pastinya Anda harus rela berjalan kaki dan berpanasan untuk melihat masing-masing peninggalan di dalam candi. Oleh karena itu disarankan bagi wisatawan untuk datang ke sini pada pagi atau sore hari saja agar tidak terlalu panas.

Bagi Anda yang tertarik ingin menikmati keindahan Candi Ratu Boko sambil berwisata sejarah sebaiknya segera rencanakan perjalanan Anda bersama keluarga atau teman-teman agar semakin seru. Agar semakin berkesan, silakan Anda datang pada sore hari sehingga bisa menikmati indahnya sunset dari candi yang berada di atas bukit.

 

sigitmk

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
*