Malioboro – Kalau jalan-jalan ke Yogyakarta rasanya tidak akan lengkap jika tidak datang ke tempat yang terkenal satu ini, Malioboro. Tempat ini menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang paling terkenal di seantero Yogyakarta karena letaknya yang berada di pusat kota. Selain itu, anda juga wajib berpose cantik di depan plang nama jalan yang kekinian untuk diposting di akun media sosial pribadi anda. Namun, tahukah anda mengenai makna awal tempat ini sebagai simbol keramat Yogyakarta?

 Mengenal Sejarah Jalan Malioboro Sebagai Simbol Sakral

Ya, Jalan Malioboro sendiri telah ada sejak tahun 1790 yang tepat dengan pendirian Keraton Yogyakarta. Tempat ini identik dengan sumbu terikat tiga daerah sakral yaitu Keraton, Pantai Selatan;Pantai Parangkusumo dan Gunung Merapi. Tak hanya itu, Belanda yang merupakan pemerintah kolonial kala itu juga mendirikan Benteng Vredeburg untuk mengawasi gerak-gerik Sultan Hamengkubuwono. Seiring berjalannya waktu, pemerintah kolonial pun membantun deretan bangunan penting seperti klub, kantor pos dan lain-lain.

Malioboro Masa Kini Sebagai Pusat Kota Yogyakarta Yang Istimewa

Malioboro kini telah menjelma menjadi pusat kota Yogyakarta yang istimewa. Tak hanya lokasinya yang dekat dengan Keraton atau pusat pemerintahan propinsi Yogyakarta, Malioboro semakin berkembang menjadi tujuan wisatawan baik lokal atau asing. Anda bisa memanjakan hasrat belanja di sini mengingat banyak sekali pedagang kaki lima yang menawarkan dagangan di sepanjang jalan dengan harga yang murah mulai 5 ribu hingga ratusan ribu.

Hal yang istimewa di sini adalah anda bakal menemukan pasar yang berada di dalam pasar. Banyak PKL yang berjajar mengingatkan anda pada pasar tradisional padahal anda bisa masuk ke pasar Beringharjo. Di Beringharjo sendiri, anda bisa memilih aneka macam oleh-oleh seperti baju batik dan lain-lain. Jika menginginkan bentuk souvenir khas Jogja wajib datang ke Malioboro sebab anda bisa menemukan pernak-pernik lucu seperti gantungan kunci, kaos, blangkon dan lain-lain dengan variasi harga murah sampai mahal.

Hal yang menarik lain adalah adanya jasa tukang becak yang mungkin mulai tenggelam di kota lain masih ada di kawasan Jogja ini. Jika lelah berkeliling, anda bisa menyewa jasa abang becak untuk membawa anda menikmati kota Yogyakarta yang akan membuat anda rindu kembali ke sini. Banyak sekali jasa abang becak yang mangkal di sekitar Malioboro yang bisa anda gunakan. Merasakan pengalaman baru yang tidak akan pernah terlupakan.

Tak hanya puas jalan-jalan, anda juga bisa menikmati santapan kuliner istimewa di kawasan ini. Ada banyak menu kuliner yang wajib anda coba seperti Gudeg Jogja yang memang telah mendunia. Kalau datang ke Malioboro, anda wajib menjajal enaknya Gudeg Yu Djum yang membuka cabang di sini. Mau menikmati sensasi lumpia isi sayuran seperti taoge yang nikmat, anda juga wajib datang ke Lumpia Samijaya. Bisa pula makan siang di restoran soto 61 yang telah terkenal kelezatannya sejak tahun 1976 seharga 11 ribu saja.

Masih suka kelayapan mencari wisata kuliner yang pas? Jangan berlalu dari tempat ini hingga malam datang, ya! Pada malam hari, pemandangan kota Yogyakarta yang ramai akan membuat anda senang. Anda juga bisa mencicipi aneka makanan yang ada di warung lesehan sepanjang Jalan Malioboro yang harganya tidak akan membuat anda menangis. Menikmati suasana menyenangkan ditemani camilan dan wedang ronde bakal menjadi penutup hari penuh kegembiraan apalagi anda turut dihibur musisi jalanan Jogja yang asyik.

sigitmk

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
*