Kuil Sam Po Kong, Bukti Peninggalan Laksamana Cheng Ho

Wisata edukasi merupakan salah satu cara wisata yang banyak dipilih orangtua untuk mengajarkan pendidikan pada sang buah hati. Salah satu destinasi wisata sejarah yang patut dikunjungi adalah Kuil Sam Po Kong di Jalan Simongan nomor 129, Bongsari, Semarang.

Anda bisa mengajak sang buah hati mengunjungi tempat ini untuk belajar mengenai sejarah ratusan tahun lalu saat Laksamana Cheng Ho/Zhang He berlayar dari Cina ke Indonesia.

Kuil Sam Po Kong

Mengenal Sejarah Kuil Sam Po Kong

Laksamana Cheng Ho adalah seorang pemimpin asal Cina yang beragama Islam pernah mendarat di daerah Semarang. Terdapat sebuah goa batu yang merupakan tempat tinggal sang laksamana bersama dengan para pengikutnya pada abad ke 15 lalu.

Terdapat bekas petilasan yang berbunyi ‘Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an’ di dalam goa ini. Sekarang Goa Batu ini telah dialihfungsikan menjadi tempat peringatan atau tempat sembahyang orang Cina.

Meski Laksamana Cheng Ho seorang muslim namun terdapat altar di dalam goa yang dibangun orang-orang yang mempercayai aliran Khong Hu Cu. Anda bakal menemukan patung sang laksamana di dalam goa.

Goa batu yang terdapat dalam Kuil Sam Po Kong sempat tertutup pada tahun 1700an namun kembali dibangun sebagai salah satu bukti penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho. Terdapat mata air yang tak pernah kering yang dipercaya merupakan petilasan sang Laksamana.

Daya Tarik Utama Kuil Sam Po Kong

Selain bangunan inti goa batu yang asli, daya tarik utama Kuil Sam Po Kong adalah bangunan kelenteng merah khas Cina yang ada di tempat ini. Ada banyak lampion merah yang menghiasi semua sisi kelenteng termasuk pohon-pohon hijau yang cantik menuju ke area masuk. Satu kelenteng besar dan dua area sembahyang kecil pun menjadi daya pikat yang menarik.

Kelenteng Tae Tho Kung merupakan tempat pemujaan pada Dewa Bumi untuk memohon berkah dan keselamatan hidup sedangkan makam Kyai Juru Mudi menjadi tempat ziarah yang banyak dikunjungi. Selain itu, ada pula tempat pemujaan Kyai Jangkar yang terdapat jangkar asli kapal Laksamana Cheng Ho yang dihiasi dengan kain warna merah.

Tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi dulunya digunakan sebagai tempat menyimpan persenjataan sedangkan Kyai dan Nyai Tumpeng adalah tempat menyimpan makanan.

Namun, Anda tidak bisa masuk sembarangan ke tempat-tempat pemujaan yang dijaga ketat para petugas keamanan ini. Sebab hanya orang-orang yang berniat melakukan pemujaan atau ibadah saja yang bisa langsung masuk ke dalam sedangkan para wisatawan hanya diperbolehkan melihat dari balik pagar.

Tapi sebaiknya Anda berkunjung ke Kuil Sam Po Kong tepat dengan perayaan tertentu agar bisa menyaksikan banyak atraksi seni. Pada bulan Agustus misalnya, Anda bisa menyaksikan festival mengenang kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Indonesia.

Perayaan hari raya Imlek atau kelahiran Cheng Ho pun bakal dipenuhi dengan arak-arakan, bazaar serta pertunjukan Barongsai yang menawan. Tak heran jika banyak turis asing dari luar negeri baik China atau negara lain datang berkunjung ke Kuil Sam Po Kong.

Mengunjungi Kuil Sam Po Kong hanya perlu ditebus dengan tiket yang lumayan murah yakni 5 ribu rupiah per orang dewasa atau tiga ribu untuk anak-anak. Jika menginginkan tiket terusan menjelajah Goa Batu maka wajib membayar tiket terusan 28 ribu rupiah per orang dewasa pada tahun 2017 ini.

Rasanya tak ada salahnya memasukkan tempat wisata Kuil Sam Po Kong yang menarik ini dalam destinasi wajib Anda selama berada di kota Semarang. Anda bisa mengajak si kecil napak tilas peradaban Laksamana Cheng Ho di Indonesia.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *